Kata Pembuka

Assalamualaikum ....^^

Kamis, 10 April 2014

Pesta Demokrasi Usai, Mari Lanjutkan Perdebatan ^^



Jadi begini, siang ini saya super ngantuk, karena kerjaan yang bikin sakit mata tak kunjung selesai, lalu saya memutuskan break untuk membuat tulisan ini. Well, cuma sebentar…sebentar saja, dan jika tulisan ini tidak mengenakkan mohon tidak sampai kebakaran jenggot, eeh,…maaf, maksudnya tidak sampai panas kepala, hati, atau panas yang lain, mendingan makan soto atau apalah yang panas-panas hehe..Jadi begini, pesta demokrasi baru usai, pastinya akan dilanjut untuk demokrasi dalam memilih yang lain. Semua media ramai membahas partai andalan masing-masing. Pembahasan juga bukan usai pesta demokrasi, tapi sebelumnya juga dibahas-bahas. Kampanye via media apapun yang dimiliki, sampai media sosial juga ikut ramai.
Fine, sah-sah saja sih, mengkampanyekan partai andalan masing-masing. Sah-sah saja jualan kecap, mana ada kecap no 2 pasti semua mengakui kecap no 1. Tapi lagi-lagi dari awal saya perhatikan, urusan kampanye-mengkampanyekan partai andalan, malah jadi terjerembab pada hal-hal yang bersifat menjatuhkan. Parahnya lagi, siapa menjatuhkan siapa? yang didukung siapa yang “perang urat syaraf” di media siapa.
Dengan alih-alih diskusi, buka wawasan, tukar pikiran, tapi tetap saja judulnya debat kusir. Nah, nah, nah… lalu saya bertanya (ga usah jawab-saya enggak mau dijawab)  :D yup, saya bertanya, apa fungsi pertemanan di media sosial jika masih diwarnai perang urat syaraf? yang satu mengatasnamakan figur, demokrasi, ada juga yang mengatasnamakan agama. Ehm, sebab kalau agama yang saya anut, ada “warning” untuk menghindar dari perdebatan yang tidak perlu, apalagi sampai saling menjatuhkan, kecuali jika agama yang jelas-jelas dihinakan, maka wajib kita membela. Lantas kalau masalah pesta demokrasi yang kita juga tak merasakan dampak postif yang terlalu serius??
So,so,so, sebagai warga negara yang tertera di pelajaran PPKN, saya tetap menggunakan hak pilih saya. Tidak apatis, tidak juga berlebihan, cukup hanya sampai tataran ikut merayakan, tanpa ikut-ikutan yang lainnya. Tapi sepertinya sekarang saya malah yang sok ikut-ikutan nyempulung-geregetan dalam mengomentari perilaku-perilaku yang saya sebut diatas nih? Ah, tak usah tersinggung atau marah, anggap saja tulisan ini hanya sekedar racauan belaka …

Semangat siang sahabat ^^

Jumat, 04 April 2014

Tanya Cerita Malam


kau bertanya lagi seberapa menariknya dirimu
aku jadi meracau kalau harus menjelaskan satu persatu
bukannya kau tak punya cedera
aku pun banyak punya cela

malam masih kita lanjutkan cerita demi cerita
ketika bintang ataupun tatkala rinai hujan
ketika pendaran cahaya bulan ataupun geladak halilintar

malam...
kau selalu mempertanyakan...
bisakah ....?
bisa...jawabku...
entah mengapa aku begitu yakin
sebab jika kau bertanya lagi, aku yang akan lebih ingin bertanya macam-macam
terselimuti ketidakpercayaan karena cela yang kumiliki

malam...
kuingin kau tahu
sepanjang aku bertemu dengan banyak cerita usang
kaulah yang termenarik yang pernah kutahu
jariku melukis sesuatu
merajut mimpi ataukah aku yang terlalu pagi mengimajinasi
hingga malam...
yakinlah pagi kan menjelang dan akan mengalami malam lagi..bersamamu...
ai ...kita lanjutkan ceritanya ....

Selasa, 01 April 2014

Ng..Ing..Au.. ---Racau---

arang..sembarang
tak akan patah jadi arang
serang...tak akan melarang
sekarang juga senang-senang

sering..miring
untuk nyanyian dari seruling
tak usah sampai pusing
yakin saja dengan semua yang mungkin

Aah..terlalu banyak meracau
imbasnya menuju rayuan pulau
samar-samar tetap terpantau
ini cuma seruan orang mengigau ....

Selasa, 04 Maret 2014

Atas Nama Cinta

Hoaaaamm....ngantuk, tapi mengingat untuk membayar permintaan teman, membuat catatan menyenangkan hari ini. Hari di mana merasakan lezatnya ukhuwah "sluuurp..nyam..nyam" hehhe, ya gimana enggak lezat coba, menjalin ukhuwahnya di warung mie ayam siih ;) (edisi ngaco) ---moga gak disiram air---

Ceritanya begini. Ada sahabat lama yang berkunjung ke sekolah, sejak setahun dia resign dari sekolahan, sahabat tempat berbagi, sahabat seperjuangan, sekaligus sahabat ngaco-ngacoan... hehe. Fitri namanya, ah ibu hamil yang satu ini gokil bukan main. Dari pembicaraan yang serius, dibawanya dalam keadaan tidak serius, meski konten seriusnya tetap ngena sih. Fitri dateng barengan sama Niar ke sekolahan, niatnya silaturahim dengan saya, Mbak Trini, dan beberapa guru yang lain. Tapi ya gitu, ujung-ujungnya hanya saya dan Mbak Trini yang melanjutkan temu kangen di warung mie ayam .. nyam..nyam :D

Sumpah, cuma beberapa jam sama fitri aja kami sudah dibuatnya terbahak. Doi nih mukanya serius, tapi selera humornya gila-gilaan, ngaconya udah stadium empat, aah..sudah dipastikan suaminya senang bersamanya (eheeeemm..cie-cie...soalnya fitri itu penyemarak suasana) 

Tanpa disangka mengeluarkan kalimat yang bikin ngakak, padahal wajahnya dia super duper lempeng, dan sama sekali enggak ikutan ketawa padahal kami sudah dibuatnya terpingkal. Mulai dari berimajinasi tentang artis D*de Her***no yang katanya minta izin buat nikah sama artis lain, sampai mengimajinasikan sandal saur sepuh yang dililit-lilit sampe atas,....aah ditambah ada aja cerita-cerita konyol yang saya juga enggak inget itu apa, sebab yang saya inget itu saya tertawa-tertawa-tertawa lagi terus-terus-dan terus, untung enggak kram perut... wkwkwkkw :D

Yeah, cukup urusan lucu-lucuan, sampe tadi saja. Hm, inilah indahnya ukhuwah. Ukhuwah membuat dunia semakin berwarna. Berkumpul dengan teman/saudari sepertinya tidak lantas melulu tertawa kebablasan, ada pesan singkat yang ia berikan, bahwa segala sesuatu yang terjadi tak luput dari skenarioNya. Pertemuan kami akhirnya terselip pesan saling mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran, khas kami, khas dia, tanpa ada perasaan digurui/menggurui. Tetap ujungnya Allahlah pemberi kenikmatan semua ini. Memiliki teman memang indah, tapi membingkai teman dengan ukhuwah, atas nama cinta karenaNya sungguh lebih indah.

Dan itu, makanya aku tahu, betapa Mbak Trini kehilangan tangan kanan, tangan kiri, dan kaki kirinya, saat saudari sholehah seperti Fitri, Mona, dan Wiwit memutuskan resign dari sekolahan, karena memang ada "ladang" amal lain yang harus mereka kerjakan. So, apapun itu, meski jauh secara fisik, tapi Insya Allah hati-hati kami tetap dilekatkan dalam kerinduan, ukhuwah atas nama cintaNya. (Allahualambishowab)

Met rehat sobat, besok tetap merajut mimpi dan hari bersama orang-orang tercinta. ^^



Fabiayyyialaairabbikumaatukadzibaan...(Arrahman)

"Fabiayyialaairabbikumaatukadzibaan-Maka nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan"



Arrahman...

Bukankah semua yang kita rasakan adalah bukti kasih sayang Allah dan Maha Pemurahnya Dia kepada kita semua? Meski sebenarnya malu mengharapkan kasih sayangNya,sebab diri ini terseok untuk bisa taat kepadaNya, tertatih untuk bisa meng-ignore apa-apa yang tak Dia mau, tapi lagi-lagi rahmatNya jauh lebih besar dari murkaNya.

Arrahman...
Duhai, bukankah kita mahluk yang selalu alpa dan lalai dalam mengingatNya? padahal semua semesta bertasbih kepadaNya. Bertasbih dengan cara mereka masing-masing dengan sesuatu yang tak kita ketahui. Kicauan burung, desiran angin, goyangan dahan, daun, dan ranting, suara gemuruh di langit, kilatan petir, hingga rinai hujan, semua bertasbih mengagungkan asmaNya, tapi kita?

Arrahman...
Ah, tetap saja Dia begitu pengasih dan pemurah, yang cintanya bahkan mengalahkan kasih sayang Ibu kepada anaknya. Berkali-kali alpa dan lemah, Dia selalu punya cara agar mahluk-mahlukNya merasakan rengkuhan kasihNya, merasakan keindahan skenarioNya, merasakan indahnya pelajaran yang Dia berikan. 

Dan dengan semua kenikmatan yang ia beri, masih pantaskah kita mendustakan segalanya? 
Dan dengan semua kenikmatan yang ia beri, diri ini tertunduk malu, rasanya tak sebanding dengan perbuatan diri yang seharusnya sudah diperintahkan. Meski apapun terjadi tetap saja tak mengurangi sifat ke-Arrahman-nan Nya. 

Dan pagi ini, sama dengan pagi-pagi sebelumnyaa, pagi yang selalu diselimuti oleh sifat ArrahmanNya, semoga pikiran dan hati tak luput dari mengingatNya. So, met pagi sobat....semoga kita termasuk orang-orang yang mendapat limpahan kasih sayangNya...dan tebar kembali menjadi sebuah kebaikan.

Allahualambishowab

Selasa, 25 Februari 2014

Monolog Malam

Hi...
kali ini kau masih kelabu
tanpa kerlap-kerlip taburan di tempat sang bidadari
tak masalah
meski kelabu, tetap saja menenangkan

Hi...
sama seperti hari-hari sebelumnya
menikmati dekapan sinaran buatan ini, bersama dinginnya udaramu
bersama serakan kisah yang harus aku teruskan
dan aku gila untuk ini

Hi...
semoga tidak ada rinai denganmu kali ini
semoga tak ada curahan melimpah
yang membawa limpasan ke muara ini
dan aku menikmati udaramu

Hi...
kau masih berhias genit manja
bersama remang taburan LED
yang pastinya tak kulihat dari sini

Hi...
aku menikmati saja kedatanganmu...
menumpahkan segala isi kepala
juga dengan beberapa pinta

Hi...
malam...apa kabarmu?
kali ini, aku menyapamu lagi...
bukankah kemarin kita bertemu?
tapi kali ini aku menikmati hadirmu
dengan serakan kisahmu ini...

Senin, 24 Februari 2014

Tik tok tik ...

tik.. tok.. tik...
tik.. tok..tik...
tik..tok..tik..

detak jam dinding itu
terasa sangat lambat
biasanya begitu cepat



tik..tok..tik..
tekstur tanahnya tak terlihat
air seketika berhenti mengalir
dan detiknya sungguh terasa lambat

tik..tok..tik..
hanya 48 jam..
itupun aku yang memutuskan sekarang
siap tidak siap kucoba
meski sebenarnya tidak siap
tapi kalau besok-besok pun bisa jadi tidak siap dari ini

beringsut menjauh untuk bisa berbaur
merasakan jeda..untuk bisa berlanjut
hanya untuk sementara

tik..tok..tik..
tik..tok..tik..
tik..tok..tik..
ah aku mulai gila .. ai ..