Selasa, 10 Januari 2012

Its All About School (Alasan Murid Suka Keluar-Masuk Kelas Saat Pergantian Jam)

Sebagai orang yang nyemplung di sekolahan, setiap hari saya ngadepin banyak karakter siswa. Gampang-gampang susah sih, hehe. Paling sebel kalau pas jadi guru piket harus menghadapi kenyataan banyak siswa yang bolak-balik ke kamar mandi saat pergantian jam (alasan mereka sih) eh...ternyata tuh bocah-bocah malah nongkrong di kantin. Marah? ya kadang sih. Kesel? emmm...emmm sedikit. Eits, ntar dulu jangan marah dulu, bisa jadi kebiasaan mereka keluar masuk itu karena banyak hal. Lihat nih alasan para calon-calon intelektual kenapa mereka suka mondar-mandir keluar kelas saat pergantian jam. Chekidot!
  1. Laper dan Haus. Nih alasan mereka yang sebenernya. Laper! salahnya enggak sarapan pagi. Lagian lucunya mereka memang paling enggak bisa nahan nafsu. Nafsu makan gitu, pengennya tuh kalo lepra alias laper maunya diikutin aja. Haus...ini juga aneh, kenapa enggak bawa minum dari rumah, taruh di tempat minum, so enggak mesti bolak-balik kantin kan?
  2. Bosen sama ruangan kelas yang itu-itu aja, Nah ini nih, kadang murid mungkin bosen, belajaaaar mulu di ruang kelas, jadi doi agak bosen. Sayangnya metode sekolah di Indonesia itu masih kebanyakan belajar di ruangan. Sebenernya bukan cuma murid lho yang pengen banget belajar di taman sekolah, di bawah pohon rindang, model-model anak-anak laskar pelangi. Tapi sayangnya lahan terbatas :( Enggak semua sekolah punya lahan yang luas ternyata. Alhasil suka enggak suka yah bertahan aja gitu selama 8 jam di ruangan yang terbatas.
  3. Liat gebetan. Ini ya, diem-diem alasannya mereka, hayooo ngaku! Siapa tahu gitu kalau pas keluar doi bisa ketemu gebetannya yang juga lagi keluar kelas. Atau minimal ngelongok ke ruang kelasnya aja udah bikin deg-degan gimanaaaaa getooh. Hehehe, jadi sengaja tuh keluar-keluar berharap ketemu, kan rasanya adeeeemm, nyessss kaya kesiram salju di musim panas. (Yaaaaa kan ngaku aja ^_*)
  4. Bosen sama gurunya. Ini dia yang bahaya. Bosen sama gurunya, enggak suka sama gurunya sering jadi alasan bagi para pencari ilmu untuk keluar ruangan. Pak/Bu izin mau ke toilet, jiaaaaahhhh giliran di toilet sengaja dilama-lamain. Jadi kan lumayan bisa diskon waktu pelajaran. Ih ternyata murid juga bisa korupsi waktu ya? MALUUUUU DOOONG!
  5. Takut disuruh maju ke papan tulis, jadi sengaja melarikan diri. Kalau pelajara eksak nih biasanya. Pas bagian gurunya lagi lirak-lirik murid untuk nyuruh maju ke depan, eh ada beberapa anak nih yang emang enggak bisa, plus enggak ngerjain tugasnya pula. Lalu sengaja deh pake trik lama-yaeelah triknya jadul ah- Pura-pura izin keluar ruangan. Kira-kira beberapa menit, soalnya udah habis gitu, baru deh balik lagi ke kelas. Eng..Ing Eng..INI JUGA SIKAP PENGECUT! Sorakiiiiin Huuuuuu.
  6. Cari perhatian guru. Nah ternyata ada juga lho yang niat caper sama guru. Soale di rumah doi enggak dapet perhatian dari ortu. Kan bisa jadi nih ada guru yang jadi idola para cowok or cewek, biasanya guru yang ganteng atau cantik. Terus sengaja deh tu bocah cari masalah, biar bisa diomelin-padahal ujung-ujungnya mah cari perhatian gitu. Ehmmm...
  7. Emang niat cari masalah. Nah ini yang minta di gaplok ya. emang niat cari masalah. Berasa jadi jagoan kelas kali. Ngerasa sanggup menghadapi kemarahan guru, atau emang niat biar gurunya emosi. Parahnya kalau gurunya marah, ini biang masalah akan lebih galak dari gurunya. Nanti giliran dibentak, si anak songong ini akan bilang "Ibu saya aja enggak pernah bentak-bentak saya!" Nah kalau tipe murid kaya gini nih, songong bin aneh. hati-hati lho, kalau niatnya selalu cari masalah hanya karena alasan sedang mencari jati diri, dijamin deh! Dijamin masa depannya suram. Lho kok suram? Ya iyalah gimana enggak suram coba? wong udah punya attitude yang enggak bagus. Bisa sih enggak suram, syaratnya yaaaa taubatan nasuha!
Nah mungkin segini dulu catatan hari ini. Lain waktu kita lanjutkan lagi untuk bongkar-bongkar rahasia sekolahan. ^_^ V Good Luck.


Jumat, 25 November 2011

Guru Itu...???

"Di kelas .. kutulis nasib seorang guru, mengajar banyak ilmu hingga kini aku banyak tahu.
Sanggup kah menjadi guru honor seminnggu hanya sampai rabu...."  (Padhayangan Project- Nasib Seorang Guru)

Well, tadi hanya penggalan lagu parodi dari sebuah grup terkenal era sembilan puluhan, tapi sekarang saya sedang tidak mengulas musik dan apapun tentang grup tersebut. Sekarang mari bicara ringan tentang hari ini. Hari Jumat? Bukan lah, tapi Hari Guru / Teacher's Day. Tanggal 25 November. 
Tidak akan ada presiden, mentri, pejabat, profesor, ilmuwan hebat, peneliti pintar, artis top, pejabat, tekhnokrat keren, dokter, pilot, pengacara, hakim sampe hakim garis...(hihiii..kok jadi ke sepak bola) yup apapun profesinya, guru lah pahlawannya. Emm...bukan karena saya juga berprofesi yang kata orang juga guru lho, jadi belain guru (saya belum jadi guru) 
Guru itu katanya akronim dari diGugu dan ditiRu, bener enggak sih? kalau bener berarti berat banget dong ya? Digugu, waduh kalau menurut KBBI digugu itu artinya dipercaya, bisa juga mengarah pada diindahkan. Well, dipercaya? waduh berat lagi-lagi berat yah dipercaya, berarti guru itu harus dipercaya ya? kata-katanya bisa dipegang, enggak menle-menle (baca: plin-plan), apalagi sekarang ada pendidikan berbasis karakter, nah gimana mungkin nih si guru kalau mau masukin pendidikan karakter kalau gurunya masih belum tahu karakter, kalau gurunya aja enggak bisa dipercaya (adduuuh maaf, bukan memvonis guru ini ya).
Nah yang kedua ditiRu, berarti dicontoh, diikuti, dijiplak. Guru itu model untuk semua murid-muridnya, sifatnya, karakternya, gayanya, bahkan kadang model bajunya (apaan sih?) hehehe, nah berarti semua yang harus dilakukan guru memang menjadi teladan bagi siswanya. 
Kalau gurunya suka galak, ngebentak, marah tanpa alasan, yaaa muridnya juga begitu nantinya. Gurunya suka mukul, ya muridnya ikutan suka tawuran, gurunya suka ngerumpi/ ngegosip, ngomongin orang, adu domba, yaaaa jangan heran kalau muridnya juga punya karakter begitu, mungkin tidak sekarang, tapi kelak dikemudian hari. Atau bahkan sudah terlihat hasil didikan hari kemarin, hari ini dimana banyak para pejabat tanpa malu korupsi, tak tanggung-tanggung dana pendidikan juga ikutan dikorupsi, (eemm..maaf lagi kalau jadi emosi).  
Mari kita bermimpi, semua guru di Indonesia, penyayang dengan siswanya tanpa tedeng aling-aling, maksudnya tanpa tendensius apapun. Maka semua siswa di negara ini juga akan memiliki karakter penyayang. Semua guru di Indonesia menjunjung tinggi kejujuran, maka semua rakyat di negeri ini akan menjadi rakyat yang jujur. Bukankah semua berawal dari guru? 
Entahlah, tapi yang pasti salam hormat saya berikan kepada semua guru-guru saya, dan guru yang bisa dijadika teladan sepanjang jaman, Nabi Muhammad SAW, guru sebenarnya :)









Kamis, 24 November 2011

Eksotisnya Goa Cerme

 Goa Cerme, sepanjang 1,5 km terletak di wilayah Panggang, desa Ploso, Giritirto, Kabupaten Gunung Kidul, tembus hingga dusun Srunggo, Selopamioro, Imogiri-Bantul.


Saya kembali ingin berbagi tentang keindahan bumi dan semesta. Goa, yup meski sudah beberapa tahun lalu menelusuri Goa Cerme ini, tapi ketegangan dan keindahannya masih tetap tak akan hilang dari ingatan. Memasuki goa tanpa perlengkapan keamanan standar caver. Tanpa pakaian dengan coverall, helm speleo yang dilengkapi headlamp dan sepatu boot karet. Kala itu kami sebagai mahasiswa geografi yang minimalis hanya berbekal nekat dan keberanian ditambah sebuah senter atau lilin yang kedap-kedip. Hanya semangat empat lima yang membara dan untaian kalimat doa-doa agar selamat sampai tujuan.
Pertama kali masuk, kami harus jongkok, bahkan setengah merangkak, karena pintu goa sangat rendah dan kecil, plus genangan air sekitar 10 cm sampai 1 meter. Awal masuk hanya ketegangan yang terasa dalam dada, aroma guano/kotoran kelelawar sedikit menganggu pernafasan.
Namun semakin berada beberapa meter di dalamnya terdapat pemandangan indah yang tersaji dalam goa. Ruangan yang tidak lagi sempit, namun genangan airnya makin dalam, sekitar 1 meter. Tapi indahnya membuat mata tak ingin berkedip dan bibir yang mengucapkan tasbih akan keagungan Sang Pencipta, apalagi jika bukan melihat keindahan ornamen stalagit, stalagmit, column (tiang), drapery (tirai).
Ornamen dalam goa terbentuk karena  air tanah yang menetes dari atap gua mengandung lebih banyak CO2 daripada udara sekitarnya. Dalam rangka mencapai keseimbangan, CO2 menguap dari tetesan air tersebut. Hal ini menyebabkan berkurangnya jumlah asam karbonat, yang artinya kemampuan melarutkan kalsit menjadi berkurang. Akibatnya air tersebut menjadi jenuh kalsit (CaCO3) dan kemudian mengendap.
Goa ini terbentuk di wilayah karst/ batuan gamping/ lime stone. Meski keindahannya tiada tara, namun untuk para caver pemula tidak disarankan untuk memasuki goa seperti cara yang pernah saya lakukan, memasuki goa tanpa persiapan. Senang ketegangan sekaligus keindahan? Goa Cerme lah alternatif pilihannya. Nice trip :)

Selasa, 08 November 2011

From This Moment

Entah kenapa senang banget sama lirik lagu ini, membuat sedikit tersenyum, mungkin terbawa sama kisah novel Elang dan Bidadari di Tanah Ginseng kali yaaa...hee, well, apapun itu lirik ini terasa menyenangkan untuk berulangkali dibaca, inspiratif sekali untuk menemani cerita cinta komedi-romantis selanjutnya.. :)
 I dont know why like this song very much..nice song :)

From This Moment-Shania Twain.
(I do swear that I'll always be there. I'd give anything
and everything and I will always care. Through weakness
and strength, happiness and sorrow, for better, for worse,
I will love you with every beat of my heart.)

From this moment life has begun
From this moment you are the one
Right beside you is where I belong
From this moment on

From this moment I have been blessed
I live only for your happiness
And for your love I'd give my last breath
From this moment on

I give my hand to you with all my heart
Can't wait to live my life with you, can't wait to start
You and I will never be apart
My dreams came true because of you

From this moment as long as I live
I will love you, I promise you this
There is nothing I wouldn't give
From this moment on

You're the reason I believe in love
And you're the answer to my prayers from up above
All we need is just the two of us
My dreams came true because of you

From this moment as long as I live
I will love you, I promise you this
There is nothing I wouldn't give
From this moment
I will love you as long as I live
From this moment on

Minggu, 06 November 2011

Dataran Tinggi Dieng, Untuk Sebuah Keindahan, Untuk Seberkas Kemalangan.







Aktivitas pagi para petani kentang di Desa Kepakisan, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Dataran Tinggi Dieng.
Pagi hari dengan suhu kisaran 14-16 derajat celcius, para pejuang keluarga ini berusaha mencari nafkah di sebuah lahan yang terlihat tampak gundul, beban hidup yang berat dan pilihan yang sudah tidak ada lagi membuat mereka harus bertahan untuk menjadi petani kentang. Keuntungan yang minim, hama yang menyerang, pembiayaan yang besar untuk pupuk, dan segala kebutuhan pertanian. Alhasil hanya sedikit saja keuntungan yang mereka dapatkan. Dataran Tinggi Dieng benar-benar membutuhkan konservasi, jika tidak entah beberapa tahun lagi akan ada bencana ekologis yang akan merenggut banyak nyawa para penduduk akibat aktivitas mereka sendiri. Hutan tropik basah yang lebat, menjadi pemandangan yang langka di Dataran Tinggi Dieng, yang ada hanyalah hamparan kentang di sebagian besar lereng dengan kemiringan sekitar 15-40 %.
Dataran Tinggi Dieng, salah satu plato tertinggi kedua di dunia, setelah Dataran Tinggi Tibet, si atap dunia. Dieng seharusnya menjadi aset terbesar Indonesia, selayaknya seperti Tibet menjadi tempat yang menenangkan dan kawasan konservasi dunia.

Jumat, 04 November 2011

Kawah Sileri


Kawah Sileri, terletak di Desa Kepakisan, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara-Jateng. Kawah ini merupakan kawah vulkanik yang masih aktif. Mengandung kadar belerang yang tinggi, tapi bukan termasuk kawah yang mengelurkan gas beracun.
Saat berdiri di sekitar Kawah Sileri, sensasi suhu dinginnya Dieng, tumpang tindih dengan kehangatan uap di kawah. Nice adventure with Geografi 02.

Dieng Plateu


Desa Kepakisan, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara. Desa yang penuh dengan kebersahajaan. Sayang sekali kemampuan lahan telah berkurang, karena gundulnya hutan akibat perkebunan kentang yang tidak sesuai lagi dengan kemampuan lahan. Foto ini diambil April 2004. Perjalanan menyenangkan dan penuh warna.

Ketika Sulit Mengelola Ide

Malam ini saya hanya sekedar berbagi  ringan tentang permasalahan ide. Tulisan ini didasari oleh pengalaman pribadi yang bertahun-tahun...